The River Severn at Shrewsbury, Shropshire, 1770 by Paul Sandby*
- Berterima kasihlah pada segala yang memberi kehidupan.** Oke, umurku berkurang. Aku akan merayakannya dengan cara tidur panjang sampai menjelang siang dan minum kopi di toko kopi terbaru di Sragen pada sore harinya.
- Bersua dengan teman-teman seperjuangan semasa mengemban pendidikan menengah atas dan tinggi di toko kopi terbaru lainnya di kabupaten hingga larut malam dan terlewat hari. Perkara apalagi yang dibicarakan, selain tetek-bengek menuju tahun ke-25. Dihadapi dan dikelahi? Tentu.
- Entahlah, hari ini tidak ada gairah. Hujan seharian penuh. Sepertinya di rumah saja lebih baik, sekaligus menanti perjalanan yang tersayang menuju perantauan, hingga selamat sampai singgahannya. Lalu, disambung pertemuan melalui panggilan video dan akan menjadi rutinitas beberapa bulan ke depan. Sampai jumpa segera, ya, sayang.
- Tongkrongan terakhir di Sragen, sebelum bertolak ke Jogja? Aku singgah ke kedai kopi langganan, menyusul kawanan semasa menggeluti organisasi mahasiswa daerah. Juga tidak sengaja bertemu umbi-umbian Senayan dari Sragen, perempuan pula. Gokil!
- Main terus dan tiada obrolan yang berarti. Kosong. Faktor lawan bicara.
- Selamat ulang tahun, cantik. Semoga Allah selalu melimpahkan nikmat sehat dan sempat, ya. Ameen. // Satu hari sebelum masuk kerja pertama pasca-libur panjang adalah hal yang memuakkan. Bawaanya ingin muntah. Mengemas barang bawaan pun tidak ada niat dan tenaga. Seperti biasa, memanfaatkan transportasi umum yang ada, aku berusaha menyapa orang-orang asing. Terhitung ada tiga orang yang tersapa dan tersambung obrolannya. Mulai dari bab pekerjaan sampai dengan hobi. Dalam hal ini, hobi mendaki gunung. Mereka hendak ke Lawu. Gunung yang sudah lama sekali tidak aku sambangi mungkin dalam lima tahun terakhir.
- Hari lengang di perantauan?
* Gambar diunduh dari Unsplash
**Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar